Kuliah Umum bersama Prof.Dr. Firdaus LN, M.Si

Mei 22, 2008


Bagaimana Menjadi Mahasiswa Berkelas Dunia?

Anda adalah apa yang anda pikir dan impikan hendak menjadi apa kelak. Demikian kalimat motivasi yang terlontar dari Dr. Firdaus LN, M.Si, Kepala Pusbangdik (Pusat Pengembangan dan Pendidikan) Universitas Riau (UNRI) saat memberikan kuliah umum yang diselenggarakan oleh FISIP UMRAH kepada mahasiswa yang tersebar di kampus se-Kota Tanjungpinang di Hotel Sampurna Rabu (21/5) malam.

Dalam penyampaian materinya, Dr. Firdaus mengingatkan mahasiswa Tanjungpinang untuk memotivasi diri dan bersaing secara sehat karena menurutnya ke depan tantangan persaingan di dunia kerja akan lebih sengit apalagi kran FTZ (Free Trade Zone) BBK (Batam, Bintan, Karimun) sudah di depan mata. Peluang ini harus ditangkap oleh mahasiswa, kontribusi apa yang sebenarnya dapat diberikan oleh mahasiswa kepada Propinsi Kepulauan Riau.

Ada tiga syarat menurutnya yang perlu dimiliki oleh mahasiswa berkelas dunia. “Bagaimana menjadi mahasiswa berkelas dunia? Berkelas dunia disini bukan berarti menjadi mahasiswa yang sering jalan-jalan keluar negeri, tetapi lebih ke arah pemikiran. Setidaknya ada tiga syarat yang harus dimiliki mahasiswa. Pertama, berani. Kedua, komitmen dengan profesi dan ketiga memiliki integritas,” ujar pria kelahiran Dabo Singkep ini.

Drs. Zamzami A. Karim, MA Dekan FISIP UMRAH mengatakan diselenggarakannya kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus cambuk bagi mahasiswa Tanjungpinang untuk terus berkreatifitas dan berkarya dengan ilmu yang telah diperolehnya di kampus.

“Kuliah umum ini kita tujukan untuk memotivasi mahasiswa Tanjungpinang sekaligus cambuk bagi para mahasiswa kita untuk terus berprestasi dengan membakar semangat mereka melalui pertanyaan mungkinkah mahasiswa kita menjadi mahasiswa berkelas dunia. Tentu jawabannya ada pada pribadi masing-masing mahasiswa kita,” imbuh Drs. Zamzami A. Karim.(Dachroni-FISIP)


September, Kampus UMRAH di Senggarang

Mei 17, 2008

Rektorat SenggarangTANJUNGPINANG-Bila tidak ada halangan, Gedung Politeknik Senggarang yang telah selesai tahap finishing untuk dijadikan kampus dan rektorat sementara Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) siap digunakan. Kepastian ini didapatidari Rektor UMRAH, Prof. Dr. H. Maswardi M. Amin, M.Pd, senin (12 Mei 2008 ) di kampus FISIP UMRAH. Beliau mengatakan bahwa sedianya pada semester ganjil tahun akademik 2008-2009, Rektorat dan 2 Fakultas UMRAH sudah menempati Gedung di Senggarang. Ketika Disinggung mengenai jarak tempuh, dari pusat kota Tanjungpinang ke Senggarang yang berjarak 20 Kilometer, beliau mengatakan “hal itu bukan masalah, asal ada dukungan dari pemerintah daerah Provinsi Kepri dan Pemko Tanjungpinang dalam hal sarana transportasi seperti bus mahasiswa dan lainnya, dan hal itu sedang diusahakan pihak rektorat dan yayasan kepada Pemerintah Daerah”.

Kampus Senggarang dari JauhHal senada juga diungkapkan seorang mahasiswa FISIP UMRAH, Adi Pranadipa ketika ditanya mengenai pendapatnya mengenai perpindahan dari kampus sementara di pusat kota yang padat dan kurang representatif menuju kampus Senggarang, sambil menunggu kampus permanen di Dompak Rampung. Ia berpendapat bahwa perpindahan itu merupakan suatu hal yang positif, karena diaykininya dapat membuka akses yang lebih lebar ke Senggarang. Lanjutnya “Senggarang sebagai kota baru Tanjungpinang, mestinya tersedia sarana dan prasarana masyarakat seperti Central Bussiness District (CBD) dan dengan Pindahnya Kampus UMRAH dan Bintan Centre ke Senggarang, saya berharap dapat meningkatkan perekonomian di Senggarang, karena pada kenyataannya daerah senggarang masih terlihat sepi dan jarang penduduknya, karena berbagai peluang dapat diambil berkenaan pindahnya operasional UMRAH di Senggarang, seperti mendirikan rumah Kos bagi mahasiswa yang tinggal di Pusat Kota, ataupun sebagai penyedia jasa bagi mahasiswa seperti membuka warung di dekat kampus senggarang, pokoknya banyak lah peluang yang dapat diambil”.(Humas UMRAH)


Gedung Politeknik Senggarang Bisa Jadi Kampus Sementara UMRAH

Februari 21, 2008


Oleh : redaksi batamtoday.com

TANJUNGPINANG - Civitas akademis Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mengusulkan gedung Politeknik Senggarang yang selama ini belum dipakai bisa digunakan sebagai kampus sementara universitas ini, menunggu kampus permanen yang sedang dibangun Pemprov Kepri di Pusat Pemerintahan Pulau Dompak.

Penggunaan gedung menjadi alternatif bagi mahasiswa dua perguruan tinggi yang dilebur menjadi UMRAH yakni Stisipol Raja Ali Haji dan Politeknik Batam selama masa transisi menata administrasi menjadi fakultas penuh di UMRAH.

Hal itu disampaikan Pembantu Rektor I UMRAH, Zamzami A Karim kepada Batam Today, Rabu (20/2), ketika ditanya pihak rektorat di masa transisi menjalankan perkuliahan mahasiswa sebelum kampus baru di Dompak rampung.

“Kalau memungkinkan kampus Politeknik Senggarang yang selama ini tidak digunakan kita ajukan ke pemerintah untuk sementara dipakai sebagai kampus UUMRAH sambil menunggu kampus baru. Masa transisi ini kita masih pakai gedung Stisipol dan Politeknik Batam, namun kalau memungkinkan dan mahasiswanya banyak bisa kita pakai yang di Senggarang,” kata Zamzami.

Zamzami menghimbau mahasiswa dan masyarakat untuk tidak risau terkait masalah gedung perkuliahan selama masa transisi ini.

Lebih jauh dikatakan dalam masa transisi Stisipol dan Politeknik Batam hanya bersifat penyesuaian administrasi sedangkan akreditas dan perkuliahan berjalan sebagaimana mestinya. Dalam masa transisi tersebut langsung terjadi perubahan Stisipol menjadi Fakultas Ilmu Sosoial dan Politik UMRAH dan Politeknik Batam berubah menjadi Fakultas Teknik UMRAH.

“Masa transisi itu ibarat mengganti baju aja dan isinya tetap sama dimana cuma penyesuaian administrasi saja. Transisi dan perubahan fakultas itu sudah berlaku sejak ditetapkan perubahan menjadi fakultas Januari lalu,” kata Zamzami.

Untuk menjadi kampus sementara Zamzami juga berharap Pemprov maupun Pemko Tanjungpinang seyogyanya menyiapkan infrastruktur pendukung khususnya angkutan mahasiswa dan juga masyarakat untuk jurusan Senggarang sebagai perluasan kota.


Optimis, 2 Tahun Umrah jadi PTN

Februari 14, 2008

Kamis, 14 Pebruari 2008
Maswardi, Rektor Pertama Umrah
Gubernur Kepri Ismeth Abdullah melihat maket bangunan Umrah di Hotel BBR, Tanjungpinang, Photo by Wijaya SatriaTANJUNGPINANG - Kopertis melalui Sekretaris Pelaksana Kopertis X, Profesor Ir H Bujang Rusman MS mengatakan, optimis bahwa Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) bisa jadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kepri. ”Pemerintah pusat melalui Dikti mengeluarkan keputusan pendirian PTN.
Harapan Kopertis, minimal satu provinsi punya PTN. Karena menjadi barometer dan trade mark daerah. Ada turunan-turunan ke bawah, menggesa, mengembangkan dan melakukan motivasi,’’ ujarnya di sela-sela pelantikan Rektor Umrah pertama Profesor DR Maswardi M Amin MPd oleh Gubernur Kepri, smeth Abdullah di Bintan Beach Resort (BBR) Tanjungpinang, kemarin.

Lebih bagus lagi, ada corak pendidikan PTN suatu daerah. Jika di Kepri punya peluang pendirian fakultas maritim, maka Kepri harus pro-aktif mengembangkannya. Faktor pendukung banyak seperti Baca entri selengkapnya »


Warga Dompak Minta Dilibatkan

Februari 14, 2008
TRIBUN BATAM ONLINE
Kamis, 14 Pebruari 2008

Warga Dompak Minta DilibatkanTANJUNGPINANG, TRIBUN - Warga Dompak meminta Gubernur Ismeth melibatkan warga sekitar pada saat pembangunan kawasan Dompak sebagai Ibukota Kepri, khususnya sebagai tenaga kerja saat pembangunan gedung kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), yang berlokasi di kaki Bukit Lonceng, Pulau Dompak. Mereka juga meminta pemerintah memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa setempat.

Permintaan itu dikemukakan dua perwakilan warga, yaitu Muksin dan Edi Robertus saat melakukan telewicara dengan Gubernur Ismeth, Rabu (13/2), pada waktu pemancangan pondasi pertama pembangunan gedung kampus dan pelantikkan Rektor UMRAH, di Bintan Permata Resort. Didampingi Asisten I Pemprov Kepri, Tengku Mukhtarudin kedua perwakilan bersama warga Dompak lainnya menyaksikan penekanan sirene tanda dimulainya pembangunan gedung kampus UMRAH melalui layar televisi. Baca entri selengkapnya »


Umrah Prioritaskan Perekrutan Dosen

Februari 13, 2008
BATAM POS, 13 Februari 2008

TANJUNGPINANG (BP) - Direncanakan, hari ini, Rabu (13/2) bertempat di Bintan Beach Resort (BBR) Pantai Impian, Tanjungpinang, Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah melantik Maswardi M Amin sebagai Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) yang pertama.
Sebelum Umrah menjadi universitas negeri, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Yayasan Pendidikan Provinsi Kepri telah menganggarkan gaji rektor sekitar Rp7.450.000 per bulan.

”Jumlah ini baru setengah dari pendapatan saya saat menjabat pembantu rektor I Universitas Tanjungpura Kalimantan Barat sebelumnya. Tapi, saya tak kecewa. Bukan ini tujuan utama saya menerima Baca entri selengkapnya »


Maswardi Amin Rektor Pertama Umrah Kepri

Februari 12, 2008
Sumber: BATAM POS.
Selasa, 12 Pebruari 2008
TANJUNGPINANG (BP) - Jika tak ada aral besok, Rabu (13/2), Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah akan melantik Maswardi M Amin, sebagai rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah).Selain Maswardi, Zamzami A Karim juga dilantik sebagai Pembantu Rektor I, Yuzamri Yacob, Pembantu Rektor II, dan Priyono Eko Sanyoto, Pembantu Rektor III. Pelantikan dilaksanakan di Bintan Beach Resort (BBR) Tanjungpinang diselaraskan peletakan batu pertama pembangunan Umrah. ”Surat Keputusan pengangkatan rektor Umrah telah lama terbit,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Ibnu Maja, Senin (11/2).Maswardi M Amin, sebelumnya menjabat mantan pembantu rektor I Universitas Tanjungpura. Yang bersangkutan menyatakan kesiapan saat Pemerintah Kepri memberi kesempatan mengembangkan Umrah. Zamzami A Karim, lanjutnya selama ini menjabat Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, sedang Priyono Eko Sanyoto, Pembantu Rektor III, selama ini tercatat sebagai Dosen Politeknik Batam.Menyusul pengangkatan rektor dan pembantu rektor Umrah, juga telah diangkat pejabat dekan dan kepala biro. Saat ini, Umrah juga telah mendatangkan staf pengajar (dosen). Dosen ini berasal dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki bidang ketrampilan mengajar. Selain itu, dosen juga berasal dari kalangan umum, yang telah mengantarkan lamaran saat persiapan pendirian Umrah beberapa waktu lalu.

Pendirian Umrah, hasil permintaan lapisan masyarakat Kepri yang kemudian diupayakan pemprov Kepri. Kehadiran Umrah ditandai terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 124/D/O/2007 tanggal 1 Agustus 2007, tentang Pemberian izin penyelenggaraan program-program studi baru dan perubahan bentuk Politekhnik Batam menjadi Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) di Batam yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Provinsi Kepri. (zek)


Pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun 2008 Fakultas Teknik UMRAH

Februari 9, 2008

pendaftaran-fakultas-teknik.jpg


STISIPOL Raja Haji resmi bergabung dengan UMRAH

Januari 30, 2008

Sumber: batamcyberzone.com

Rabu, 30 Januari 2008

TANJUNGPINANG - Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Fisabilillah resmi bergabung ke Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah). Ini sesuai dengan keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI dalam Kepmendiknas no 06/D/O/2008 baru-baru ini. Dengan bergabungnya Stisipol, kini Umrah memiliki lima fakultas yakni fakultas perikanan dan kelautan, keguruan dan llmu pendidikan, teknik, dan ekonomi, serta llmu sosial dan ilmu politik.

Soal jumlah mahasiswanya, dari lima fakultas, Umrah kini memiliki sekitar 3.000 mahasiswa. Yang terbanyak dari ilmu sosial dan ilmu politik sekitar 1.800 mahasiswa. Terus fakultas teknik dengan jumlah mahasiswa sekitar 600 orang. ”Dari lima fakultas itu, empat berada di Tanjungpinang, dan satu fakultas yakni teknik berada di Batam,” kata Rektor Umrah, Prof DR Maswardi M Amin MPd, kepada Batam Pos, kemarin.
Kepastian bergabungnya Stisipol ke Umrah juga dibenarkan Ketua Stisipol, Drs Zamzami A Karim MA. ”Karena sudah digabungkan ke Umrah, kini Stisipol tidak ada lagi, dan semua mahasiswanya menjadi mahasiswa fakultas llmu sosial dan ilmu politik di Umrah. Namun semua aktivitas perkuliahan tetap di Kampus Stisipol,” kata Zamzami. Penggabungan ini memang sudah sesuai dengan rencana awal sejak Pemprov Kepri berkeinginan membangun universitas negeri di daerah ini. (aji)


Quo Vadis Universitas Kepri?

Desember 16, 2007

Batam Pos, Jumat, 14 Desember 2007

Oleh: Musaddiq Musbach*

Bagian Terakhir dari Dua Tulisan

Menyambung dari tulisan pertama, maka kedua aspek di atas haruslah mengerucut pada pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan dalam masyarakat. Pembentukan SDM harus pula direncanakan sehingga dapat mengerem angka pengangguran. Subsidi pembentukan SDM pada saat awal sangat diperlukan. Untuk itu mereka yang mengajar dan mereka yang akan masuk ke perguruan tinggi haruslah siswa-siswa berbakat dan berprestasi. Sementara mereka yang tidak berprestasi atau memang tidak mau meneruskan pendidikannya di perguruan tinggi, harus disediakan sekolah-sekolah kejuruan dan magang yang secara sistematik mendukung profesi yang Baca entri selengkapnya »